- Para pedagang di negara bagian Tamil Nadu, India, memboikot penjualan Coca-Cola dan Pepsi demi memajukan produk-produk lokal.
Larangan itu sebelumnya diusulkan oleh beberapa asosiasi pedagang penting di negeri itu, dan akan berlaku Rabu (1/3/2017).
Kedua asosiasi besar tersebut, Federasi Pedagang Tamil Nadu (FTNTA) dan Forum Asosiasi Pedangan Tamil Nadu (TNTAF).
Diperkirakan, lebih dari sesuatu juta toko diperkirakan mulai mematuhi larangan itu.
Larangan itu kian mendapat dukungan setelah kehadiran kaum muda dalam jumlah besar, bulan lalu.
Kala itu massa menentang larangan festival tradisional Jalikattu, yakni festival menaklukkan kerbau.
Para kaum muda tersebut berpendapat larangan Jallikattu sebagai serangan atas tradisi dan budaya lokal.
"Kami memulai kampanye menentang minuman ringan dua bulan lalu," kata Tha Vellaiyan, Presiden FTNTA.
"Namun mendapat momentum saat kalian memberi dukungan kepada gerakan pro-Jallikattu," sambung dia.
"Minum tersebut tak baik bagi kesehatan Anda karena gula yg tinggi dan kandungan kimianya," sebut dia.
"Kami mempromosikan minuman ringan India, dan mendorong penjualan jus buah yg lebih baik," kata dia lagi.
Asosiasi juga mendesak pasar swalayan, restoran, dan hotel mengikuti larangan tersebut bagi menolong "kesejahteraan pengusaha lokal dan petani."
Petani terlibat dalam polemik ini, karena mereka pun berpendapat bahwa kedua perusahaan minuman ringan itu mengambil air terlalu banyak dari sungai-sungai.
Akibatnya, para petani menghadapi kesulitan mengairi lahan pertanian ketika musim kering.
Hingga ketika ini, pihak Pepsi dan Coca-Cola di India belum memberi komentar atas larangan itu.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar