Mengapa Kebun Binatang di Ceko Potong Cula 21 Badak Miliknya?

Posted by rarirureo on 3/22/2017

Mengapa Kebun Binatang di Ceko Potong Cula 21 Badak Miliknya?

PRAHA, - Sebuah kebun binatang di Republik Ceko menetapkan bagi memotong cula 21 ekor badak koleksinya agar tidak menjadi incaran para pemburu cula.

Keputusan ini dikerjakan setelah seekor badak di sebuah kebun binatang di Perancis dibunuh buat diambil culanya pada awal bulan ini.

Kebun binatang di kota Dvur Kralove, 150 kilometer sebelah timurlaut Praha, memiliki 17 ekor badak hitam dan empat ekor badak putih.

Koleksi badak di kebun binatang Dvur Kralove ini adalah yg terbesar di segala Eropa.

"Keputusan bagi memotong cula badak-badak itu diambil dengan sangat berat hati," kata Premysl Rabas, direktur kebun binatang.

"Namun, risiko yg dihadapi para badak ini ternyata tidak cuma tinggi di alam liar tapi juga di dalam kebun binatang," tambah Rabas.

"Keselamatan hewan-hewan di tempat ini adalah prioritas penting kami. Badak tanpa cula yaitu pilihan terbaik daripada badak yg mati," lanjut dia.

Badak pertama yg dipotong culanya adalah Pamir, seekor badak putih jantan. Cula Pamir dipotong pada Senin (20/3/2017) dan badak-badak yang lain mulai mendapat giliran dalam waktu dekat.

Pihak kebun binatang mengatakan, sebelum cula mereka dipotong badak-badak itu dibius terlebih dahulu.

Proses pemotongan cula itu sebenarnya tidak menyakitkan badak dan cula itu secara bertahap mulai tumbuh kembali.

Perdagangan cula badak sebenarnya telah dilarang lewat sebuah konvensi PBB. Namun, permintaan cula badak dari dua negara Asia sangat tinggi.

Di dua negara Asia itu, cula badak diyakini menjadi salah sesuatu campuran resep obat yg manjur. Alhasil, pemerintah negara-negara Afrika kewalahan menangani maraknya perburuan gelap badak.

Pada 7 Maret lalu, sekelompok pemburu cula menerobos masuk ke kebun binatang Thoiry, Perancis. Mereka membunuh seekor badak putih dan mengambil culanya.

Pihak kebun binatang mengatakan, di pasar gelap sesuatu kilo cula badak dapat dihargai hingga 51.000 euro atau sekitar Rp 733 juta.


Source : internasional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 08.00

0 komentar:

Posting Komentar