- Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai menerima sebuah tawaran bersyarat dari sebuah universitas terkenal di Inggris.
Remaja berusia 19 tahun yg sedang menempuh sekolah lanjutan tahap akhir ini, mengaku dalam sebuah konferensi, dia sedang memfokuskan diri buat mencapai persyaratan tersebut.
"Saya sudah menerima tawaran bersyarat yakni tiga nilai A," kata Malala.
Baca: Malala Yousafzai Dijadikan Nama Asteroid
Malala ditembak oleh Taliban pada tahun 2012 karena kampanyenya tentang hak-hak anak perempuan buat pendidikan.
Sambutan Malala mendapat tepuk tangan meriah dalam konferensi Asosiasi Sekolah dan Perguruan Tinggi di Birmingham.
Malala, yg lolos dari maut usai diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah di Pakistan, tak mengungkap universitas mana mengajukan tawaran kepadanya.
Namun, awal tahun ini ia menyampaikan kepada majalah Newsweek bahwa ia baru-baru ini melakukan wawancara bagi meraih gelar di Universitas Oxford.
Lady Margaret Hall adalah bagian dari Universitas Oxford yg pertama kali menerima mahasiswi dan mantan perdana menteri Pakistan Benazir Bhutto belajar di sana.
"Saat ini aku sedang belajar," ujar Malala dalam konferensi tersebut.
"Saya harus ujian dan aku menerima sebuah tawaran bersyarat yakni (harus mendapatkan) tiga nilai A."
"Itulah yg menjadi fokus aku sekarang dan aku berharap mampu melanjutkan aktivitas aku dan juga melanjutkan studi."
Baca: Rayakan Ultah bersama Pengungsi Suriah, Malala Yousafzai Kecewa kepada Dunia
Soal menerima Nobel Perdamaian
Ia menegaskan, di samping meraih gelar ia mulai selalu bekerja buat Yayasan Malala, yg mengkampanyekan anak-anak perempuan di semua dunia bagi dapat belajar minimal 12 tahun.
Hal itu demi meraih pendidikan yg berkualitas.
"Tujuan aku adalah buat memastikan bahwa setiap anak, baik anak perempuan maupun laki-laki, mampu mendapatkan kesempatan bagi bersekolah," kata dia.
"Ini adalah hak dasar mereka sebagai manusia, jadi aku mulai bekerja bagi itu dan aku tak mulai pernah berhenti sampai aku melihat anak terakhir pergi ke sekolah," sambungnya.
"Dan aku benar-benar berterima kasih kepada Anda segala atas dukungan serta dorongannya terhadap aku buat menjalankan misi ini."
"Itulah yg membuat aku dan menjaga aku tetap kuat, jadi terima kasih banyak bagi itu dan terima kasih karena sudah memberi aku kesempatan bagi berbicara."
Remaja tersebut juga memancing tawa dari para peserta konferensi.
Ketika ia mengungkapkan, dia berpikir melakukan kesalahan ketika dipanggil keluar dari kelas pelajaran kimia dan diberitahu ia menjadi penerima Nobel.
Ia menyampaikan kepada para delegasi, "tiba-tiba, wakil kepala sekolah kalian muncul di kelas dan aku cukup kaget, karena mengapa dia memanggil saya? Saya pikir aku melakukan kesalahan."
"Ia memanggil aku bagi keluar, dahulu aku menemuinya dan ia berkata 'Kamu sudah memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian', jadi itu adalah sebuah kejutan besar, dan aku berkata 'terima kasih'."
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar