Lima Pemerkosa dan 10 Teroris Digantung Mati di Jordania

Posted by rarirureo on 3/05/2017

Lima Pemerkosa dan 10 Teroris Digantung Mati di Jordania

AMMAN, Lima belas orang, termasuk 10 narapidana perkara terorisme, dieksekusi mati dengan cara digantung oleh otoritas Jordania, Sabtu (5/3/2017).

Lima orang lainnya menjalani hukuman mati karena melakukan pemerkossaan dan serangan seksual, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Eksekusi gantung terhadap 15 orang itu yaitu yg terbesar dalam sejarah Jordania dalam dua dekad terakhir.

Sumber badan pengadilan dan juru bicara pemerintah Jordania, Mohammad al Momani, mengatakan, perkara terorisme itu terkait serangan 10 tahun dahulu yg menarget sejumlah wisatawan Barat hingga pembunuhan seorang penulis.

Momani mengatakan, mereka yg dieksekusi mati itu termasuk seorang pria yg divonis dalam masalah serangan tahun dulu di sebuah markas intelijen hingga menewaskan lima aparat.

Lima napi lainnya terlibat dalam serangan oleh pasukan keamanan ke sebuah tempat persembunyian kelompok militan di Irbid, Jordania. Serangan terjadi pada tahun yg sama yg mengarah pada terbunuhnya tujuh milisi dan sesuatu personel kepolisian.

Sisanya terkait dengan sejumlah insiden terpisah yg terjadi pada masa dulu hingga 2003.

Kelompok pegiat HAM Amnesty International mengecam eksekusi yg dikerjakan dengan cara menggantung itu.

Mereka mengatakan, hukuman mati tersebut dikerjakan secara "rahasia dan tanpa keterbukaan".

Wakil Direktur Amnesty Internasional Wilayah Beirut, Samah Hadid, mengatakan, "Skala eksekusi massal itu amat mengejutkan dan yaitu langkah mundur besar menyangkut perlindungan HAM di Jordania."

Satu sumber pengadilan menyampaikan pihak berwenang juga mengeksekusi seorang pria. Tahun dahulu ia menembak hingga tewas seorang penulis beragama Kristen di luar pengadilan.

Penulis naas tersebut diadili karena menghina agama setelah ia menyebarkan di media sosial kartun yg menghina Islam.

Di antara kesepuluh narapidana itu ada sesuatu pria yg divonis mati karena menembaki sekelompok wisatawan negara Barat di dekat teater terbuka Roma di pusat kota Amman pada 2006.

Penembakan itu menewaskan sesuatu warga Inggris dan melukai lima orang, kata sumber peradilan tersebut.

Jordania pada 2014 kembali memberlakukan hukuman mati kepada narapidana dengan cara digantung setelah hukuman seperti itu ditangguhkan antara 2006 hingga 2014.


Source : internasional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 14.30

0 komentar:

Posting Komentar