Hongkong, - Hongkong kembali menduduki peringat teratas sebagai kota termahal di dunia menurut survei badan konsultan Economist Intelligence Unit, London.
Tahun lalu, Hongkong berada di bawah Singapura dan di atas Zurich, Swiss bagi urusan menjadi kota yg serba mahal ini.
Predikat kota termahal di dunia ini memunculkan keprihatinan terkait daya saing bisnis dan memicu saran buat menyingkirkan "beberapa beban" di bidang bisnis.
Jon Copestake, editor di Economist Intelligence Unit, mengatakan, pemerintah Hongkong seharusnya merasa prihatin dengan temuan ini.
Copestake memperingatkan, kuatnya nilai tukar dolar Hongkong membuat harga barang dan jasa selalu merambat naik. Kondisi ini mulai memberi dampak negatif buat sektor pariwisata dan industri ritel, beberapa pilar ekonomi bekas jajahan Inggris itu.
Dengan nilai tukar mata uang lokal yg dipatok terhadap dolar AS, membuat Hongkong terus berada di puncak kota termahal dunia.
Survei ini membandingkan harga 150 macam barang, termasuk roti, anggur, rokok, dan sesuatu liter bensin, di 133 kota di dunia dengan New York sebagai patokan.
Hasilnya, survei ini menemukan harga barang-barang tersebut di Hongkong lebih mahal lima persen dibandingkan barang yg sama di New York.
Harga BBM di Hongkong juga menjadi yg termahal di dunia merupakan 1,73 dolar AS atau sekitar Rp 23.000 per liter, tiga kali lebih mahal dibanding harga BBM di New York.
Sedangkan, 1 kilogram roti di Hongkong dihargai 4,41 dolar atau Rp 61.000 jauh di atas harga roti di Kopenhagen merupakan 3,55 dolar atau Rp 47.000 per kilogram.
Survei itu juga memperlihatkan bahwa harga barang dan jasa yg mahal dan tingginya harga properti memberi kontribusi terhadap menurunnya jumlah wisatawan.
"Renminbi (yuan) telah mengalami devaluasi sebanyak beberapa atau tiga kali. Itulah yg membuat kota-kota di China relatif lebih murah," kata Copestake.
Dia menambahkan, pemerintah Hongkong harus mempertimbangkan kebijakan baru misalnya mengurangi aspek-aspek yg membebani dunia usaha di kota itu.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar