JAKARTA, - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo bersikap tegas terkait polemik izin penambangan karst oleh PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah.
Fadli menyayangkan sikap Jokowi yg menurut dia tak menanggapi tuntutan para petani Kendeng.
Para petani tersebut menghendaki izin penambangan PT Semen Indonesia dicabut karena merusak lingkungan.
Sikap Jokowi, kata Fadli, seperti tidak menghargai para petani Kendeng yg rela berhari-hari mengecor kaki dengan semen sebagai bentuk protes.
(Baca: Monumen Dibangun di Sebelah Rumah Patmi Petani Kendeng)
"Ya, mestinya Presiden mampu intervensi ya. Bukan cuma sekadar melepas tetapi juga memberi arahan kepada gubernur. Dan menyelesaikan lalu apa yg menjadi ganjalan buat masyarakat," kata Fadi ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/3/2017).
Dalam polemik ini, Fadli menilai Presiden seolah menghindar dari permasalahan ini karena berpotensi mencoreng citra.
Menurut Fadli, Presiden harus bisa mengeluarkan kebijakan tegas yg melindungi hak petani.
"Mestinya pemerintah bijak ya, berpihak pada rakyat. Kalau ada persoalan yg belum selesai diselesaikan. Tuntutan-tuntutan masyarakat itu harus didengar. Itu semangat yg mereka sampaikan melalui protes," papar Fadli.
"Jadi bukan cuma kalau ada yg bagus-bagus diambil untuk pencitraan. Kalau yg jelek-jelek dibuang. Jangan buang badan," lanjut politisi Partai Gerindra itu.
(Baca: Solidaritas bagi Petani Kendeng, 20 Orang Cor Kaki di depan Istana)
Saat meeting dengan perwakilan petani Kendeng pada 2 Agustus 2016, Presiden Jokowi menyepakati bahwa harus ada Kajian lingkungan hidup Strategis (KLHS) lebih dahulu sebelum pabrik semen beroperasi di kawasan Kendeng.
Jokowi pun menjamin KLHS yg berada di bawah tim dari Kantor Staf Presiden dan Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan dikerjakan secara terbuka.
Kemudian, ketika sidang peninjauan kembali (PK), Mahkamah Agung memenangkan gugatan petani Pegunungan Kendeng dan Yayasan Wahana lingkungan hidup (Walhi) terhadap PT Semen Indonesia.
Kemenangan tersebut membuat izin lingkungan yg diterbitkan Gubernur Jawa Tengah buat PT Semen Indonesia harus dibatalkan.
Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo justru mengeluarkan izin baru buat PT Semen Indonesia di wilayah Pegunungan Kendeng bernomor 660.1/6 Tahun 2017 tertanggal 23 Februari 2017.
Kompas TV Aiman mewawancarai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apa yg Aiman temukan?Source : nasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar