Banjir Kiriman Genangi Sejumlah Desa di Kampar

Posted by rarirureo on 3/06/2017

PEKANBARU, Banjir kiriman dari Provinsi Sumatera Barat dilaporkan akan menggenangi sejumlah desa yg berada di bantaran Sungai Kampar, Provinsi Riau, Minggu (5/3/2017).

"Secara umum permukaan air sungai akan naik namun masih dalam keadaan stabil. Namun terdata sejumlah desa akan digenangi air," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger di Pekanbaru.

Banjir kiriman sebelumnya diprediksi mulai terjadi di wilayah Kampar, terutama pemukiman di sepanjang bantaran sungai Kampar.

Hal itu disebabkan meningkatnya debit air waduk PLTA Koto Panjang menyusul meningkatnya curah hujan di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sebagai tampungan air dari provinsi tetangga tersebut.

Sejak Jumat (3/3/2017), lima pintu waduk dibuka guna mengurangi debit air yg mencapai 82 meter diatas permukaan laut (mdpl) atau dalam kategori bahaya.

Edwar menuturkan, banjir dengan ketinggian berkisar 30 centimeter (cm) hingga 70 cm terpantau terjadi di Desa Kampung Panjang, Kecamatan Kampar Utara. Terdapat 10 rumah yg terendam banir di wilayah itu.

Kemudian banjir juga terpantau di Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu. Sebanyak enam rumah sepanjang bantaran Sungai Kampar di desa itu terendam.

Selain itu, akses jalan ke desa tersebut juga dilaporkan putus karena tergenang banjir dengan ketinggian 70 cm.

"Banjir juga terpantau Pulau Jambu, Air Tiris dan Gunung Sahilan. Sekitar 60 rumah terendam," katanya.

Selain banjir, Edwar juga mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan longsor tepatnya di Desa Gem, Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Akses transportasi ke desa itu dilaporkan terputus.

Selanjutnya, Edwar turut menuturkan bahwa jalan provinsi di Tanjung Emas dan Lubuk Agung, Kecamatan Kampar Kiri dilaporkan rusak.

"Jalan rusak terpantau sepanjang 14 kilometer dengan macam kerusakan berupa lobang sedalam 1-2 meter," ujarnya.

Akibatnya sekitar 3.160 kepala keluarga di lima desa di Kecamatan Kampar Kiri menjadi terisolir.


Source : regional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 06.00

0 komentar:

Posting Komentar