- Pernikahan yg terus bahagia dan berjalan tanpa hambatan cuma terjadi di dongeng kehidupan putri dan pangeran Disney.
Kenyataannya, setiap pernikahan berjalan dengan ragam ujian yg mampu menguatkan dan menghancurkan hubungan.
Toleransi dan kasih sayang menjadi penawar ujian yg terjadi dalam sebuah rumahtangga, tidak terkecuali pada pernikahan mantan Presiden dan Ibu Negara Amerika Serikat, Barack dan Michelle Obama.
Pasangan Obama terus kelihatan mesra dan penuh sayang di setiap acara publik. Jelas sekali bahwa hubungan Barack dan Michelle dilandasi dengan cinta dan rasa saling menghargai.
Namun, pernikahan pasangan Obama yg sudah berjalan 19 tahun juga mengalami pasang surut seperti pasangan suami istri lainnya di dunia.
Bahkan, Michelle mengakui dia memiliki tumpukan rasa keberatan dan keluhan pada suaminya sepanjang tahun 2016 kemarin.
“Aku memiliki daftar rasa kesal dan jengkel pada Barack selama 2016. Kami membicarakannnya dan menyelesaikannya. Komunikasi dan keinginan buat memperbaiki diri yg mampu meredakan masalah,” ujar Michelle.
Pernikahan, kata Michelle, adalah kerja keras meski Anda menikahi belahan jiwa Anda, tapi pasti ada banyak hal yg membuat Anda kesal dari pasangan Anda.
“Bahkan pernikahan terbaik pun membutuhkan kerja keras tanpa ujung. Menikah dengan seorang pria dan memiliki anak bersama, maka otomatis Anda mulai mengalami ganjalan dan luka. Namun, Anda juga harus mensyukuri kebahagiaan dan rasa kecewa yg mulai terus ada,” urainya.
Michelle menegaskan, kelebihan dan kekurangan yaitu hal alamiah dalam sebuah pernikahan.
“Itu adalah tantangan,” imbuhnya.
Michelle menyarankan buat jangan terus fokus pada kegagalan dan kekecewaan yg berasal dari pasangan.
Sebaliknya, hargai juga kerja keras dan upaya positif pasangan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan membahagiakan Anda serta anak-anak.
Lalu, Michelle juga mengungkapkan bahwa dia dan Presiden Obama sebisa mungkin tak membuat konflik kecil menjadi besar.
“Saya pikir di rumah kalian tak ada hal yg kalian biarkan terlalu serius, kita terus membiarkan diri kita tertawa bersama mengenai banyak hal, entah manis dan pahit,” ungkapnya.
Waktu luang bagi berdua saja, jelas Michelle, sangat utama dalam sebuah pernikahan yg sudah berjalan bertahun-tahun.
“Sebagian yg kalian lalui sangatlah pribadi, tapi kalian terus berusaha membuat diri kita tersenyum dan tertawa. Begitupun telah bahagia,” pungkasnya.
Source : female.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar