Keluarga Pemilik Toko Senjata yang Ditembak di Medan Merasa Diteror

Posted by rarirureo on 1/21/2017

Keluarga Pemilik Toko Senjata yg Ditembak di Medan Merasa Diteror

MEDAN, - Keluarga Indra Gunawan alias Kuna, pemilik toko senjata yg tewas ditembak orang tak dikenal, Kamis (19/2017), merasa ketakutan.

Keluarga korban merasa bahwa setelah penembakan itu, ada pihak yg ingin meneror mereka.

Hal itu dikatakan oleh Pajeni (43), kakak ipar Indra. Ia menurutkan, sekitar sesuatu jam setelah jenazah adik iparnya dikremasi pada hari kejadian, Kamis malam, rumah mereka di Jalan Bambu Pasar 4, Helvetia, Medan, didatangi sekelompok orang yg mengendarai sepeda motor.

"Ada berapa orang naik kereta (sepeda motor) lewat di depan rumah korban sambil menggeber-geber berkali-kali. Aku mengintip dari jendela, orang itu tidak berhenti, segera pergi," kata Pajeni, Sabtu (21/1/2017).

Meski hal itu belum tentu berhubungan dengan pembunuhan adiknya, Pajeni merasa kejadian itu membuat keluarga korban ketakutan. "Kami takut, kalian merasa diteror," ujarnya.

(Baca juga Pemilik Toko Senjata Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal)

Adik kandung korban, Panda (42), menyampaikan mulai mengawal perkara ini sampai pelaku pembunuh abangnya ditangkap polisi.

"Kami keluarga mulai mengawal penyidikan polisi sampai pelakunya ditangkap, juga sampai ke pengadilan," ucap Panda.

Sampai hari ini, penyidik Polrestabes Medan belum menemukan titik terang siapa pelakunya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan masih selalu mendalami kasusnya.

"Masih kalian dalami, buat proyektil peluru telah di Labkrim. Doakan semoga pelakunya tertangkap," kata Sandi.

Hasil otopsi tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan terhadap jenazah menyimpulkan bahwa korban tewas setelah peluru menembus salah sesuatu pembuluh darah besar yg mengakibatkan pendarahan serius berujung kematian.

"Setelah melakukan otopsi hingga tiga jam lamanya bagi menelusuri luka tembak pada bagian dada kiri korban, tembakan itu menembus pembuluh darah besarnya," kata Kepala RS Bhayangkara Polda Sumut Kombes Farid Armansyah, Jumat (20/1/2017).

Hasil detail otopsinya telah diserahkan kepada pihak Polrestabes Medan buat keperluan penyelidikan lanjutan. "Hasil detailnya kita tak mampu sampaikan, nanti diungkap di pengadilan," kata Farid.

Sandi mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus buat menangkap pelaku penembakan. Seluruh barang bukti, informasi saksi dan hasil otopsi telah dievaluasi buat menjadi bahan awal pihaknya mengusut perkara ini.

"Kita telah bentuk tim khusus. Kita mulai lihat nanti apakah masalah ini karena masalah pribadi atau bisnis. Kita harus hati-hati terhadap modus operandi agar tak mengaburkan perkara lain," kata Sandi.

Seperti diberitakan, korban tewas setelah ditembak orang tidak dikenal pada Rabu (18/1/2017).

Korban adalah pemilik toko senjata Kuna Air Riffle & Airfoft Gun miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan.

Pada 2014, korban juga pernah diserang tetapi sampai sekarang pelakunya belum tertangkap.


Source : regional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 18.30

0 komentar:

Posting Komentar