JAKARTA, - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Djafar Muchlisin menyatakan, masalah dugaan pungutan liar (pungli) yg terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Utan Kayu di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Sudah, pihak keluarga telah menghadap ke Wakapolres (Jakarta Timur). Kita juga dari kabid yg menangani persoalan ini juga telah ketemu Pak Wakapolres bagi langkah-langkah lanjutan," kata Djafar, ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (27/1/2017).
(Baca juga: Pungli di TPU Utan Kayu Dinilai karena Pengamanan yg Kurang)
Djafar berharap masalah dugaan pungli itu dapat diproses hukum. Ia mengatakan, pelaku dugaan pungli ini berinisial S.
Pelaku, lanjut Djafar, ketika ini belum diketahui keberadaannya. "Jadi sementara ini yg bersangkutan hilang nih tak kelihatan di permukaan," ujar Djafar.
Sementara itu, Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI telah meminta informasi tiga orang pekerja harian lepas, seorang petugas sekuriti, dan pimpinan TPU Utan Kayu, terkait masalah ini.
"Jadi tiga orang PHL kalian BAP, kemudian satpam kalian BAP, termasuk pimpinannya kalian BAP ambil keterangan," ujar Djafar.
Sejauh ini, menurut dia, tak ada pengakuan dari anak buahnya bahwa mereka terlibat dalam perkara ini. Jajarannya juga telah jera dengan masalah makam fiktif.
"Kalau secara segera tak ada pengakuan karena memang dua waktu dulu mereka telah jera juga ya," ujar Djafar.
Kepala Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar M Agung mengatakan, korbannya memang telah melapor, tapi belum menyertakan bukti.
Meski korban mengantongi identitas terduga pelaku berinisial S, polisi berpegangan pada asas praduga tidak bersalah.
Namun, Agung mengatakan, masalah itu mulai diselidiki dengan mengumpulkan bukti-bukti dugaan pungli di TPU tersebut. "Kita kumpulkan alat bukti, lagi diselidiki," ujar Agung.
(Baca juga: Diduga Ada Pungli yg Dilakukan Calo di TPU Utan Kayu )
Sebelumnya, masalah dugaan pungli terjadi di TPU Utan Kayu, Pulogadung, Jakarta Timur. Korbannya disebut-sebut dimintai uang Rp 4.500.000.
Pelakunya diduga adalah warga setempat yg menjadi calo di pemakaman tersebut berinisial S.
Source : megapolitan.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar