Jerman Nilai Pemerintahan Trump Bakal Penuh Gejola

Posted by rarirureo on 1/24/2017

Jerman Nilai Pemerintahan Trump Bakal Penuh Gejola

BERLIN, Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, harus menyiapkan diri buat masa yg penuh gejolak ketika Amerika Serikat dipimpin Donald Trump.

Menurut Reuters, Senin (23/1/2017), bahwa Steinmeier sudah mengatakan, perdagangan bebas dan kerja sama trans-Atlantik bagi melawan ekstremisme dan terorisme sangat utama untuk Berlin.

Pada Agustus 2016, Steinmeier pernah mencap Trump sebagai “penyebar kebencian” (Hassprediger).

Ia menulis di harian Bild bahwa dua anggota pemerintahan baru AS memahami kepentingan sekutu, seperti, Jerman.

"Saya tahu, kami harus menyiapkan diri buat masa penuh gejolak, tak dapat diduga dan ketidakpastian," tulis Reuters mengutip Steinmeier, yg berbicara pada Minggu (22/1/2017).

"Meski demikian aku percaya, kami mulai menemukan pendengar yg penuh perhatian di Washington, yg tahu bahwa bahkan negara besar juga membutuhkan mitra di dunia," katanya.

Trump dinilai meresahkan pemimpin Jerman dengan pernyataan antara yang lain bahwa Inggris tak mulai menjadi negara terakhir yg meninggalkan Uni Eropa dan dengan ancaman bagi menerapkan tarif tinggi pada impor dari China dan Meksiko.

Para pejabat Jerman, seperti juga pejabat Barat lainnya, menanggapi secara berbeda setelah Trump diambil sumpahnya sebagai Presiden AS ke-45 pada Jumat (20/1/2017).

Kanselir Angela Merkel, yg menghadiri pembukaan museum di luar Berlin ketika pelantikan Trump, menyampaikan mulai mencari kompromi dengan Trump pada isu perdagangan dan pengeluaran militer.

Merkel juga mulai berupaya menjaga hubungan utama antara Eropa dan AS.

Semenara Wakil Kanselir Sigmar Gabriel mengatakan, Jerman harus menyiapkan masa-masa sulit di bawah Trump.

Gabriel juga mengatakan, Eropa harus menyusun kebijakan ekonomi baru yg ditujukan buat China seandainya Trump melaksanakan janji proteksionismenya.

Trump juga mengkritik keputusan Merkel pada 2015 buat membuka perbatasan Jerman buat pencari suaka.

Presiden Trump juga mengatakan, dia yakin aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah ketinggalan zaman.


Source : internasional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 12.30

0 komentar:

Posting Komentar