UNGARAN, - Hujan di kawasan puncak Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Minggu (22/1/2017) kemarin, membuat sejumlah obyek wisata berbasis alam di lereng gunung ini terimbas.
Pada Minggu sore, kawasan Wisata Curug Semirang di Desa Gogik, Ungaran Barat, ditutup karena dilanda banjir bandang dan longsor.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena lokasi banjir terjadi di tengah hutan punya PTPN IX yg jauh dari pemukiman penduduk.
Begitu peringatan awal bencana dikeluarkan, obyek wisata tersebut juga segera disterilkan dari pengunjung.
"Air bah telah sampai di loket karcis Curug Semirang. Tadi ada yg naik beberapa, telah segera disuruh pulang. Takutnya terjebak banjir sungai," kata Akrom (25), anggota karang taruna Desa Gogik, Minggu sore.
Kepala Desa Gogik Miyanto mengatakan, warga dan tim Bumi Serasi segera melakukan kerja bakti membersihkan saluran air, terutama di permukiman, bagi memastikan tak ada sumbatan.
Hal ini dikerjakan bagi mengantisipasi luapan air dari Curug Semirang masuk ke perkampungan. Pihak desa menetapkan buat sementara menutup lokasi wisata ini sampai cuaca membaik.
"Sementara dalam pekan ini ditutup mengantisipasi hal-hal yg tak diinginkan terutama longsor susulan. Insya Allah kalau cuaca memungkinkan pekan ini dapat di buka," kata Miyanto, Senin (23/1/2017) pagi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang Heru Subroto berharap tak ada banjir dan longsor susulan sehingga obyek wisata air terjun tersebut bisa langsung dibuka kembali.
"Hanya aliran air yg harus diwaspadai, jangan ada sumbatan terutama yg di pemukiman. Sudah aku sampaikan ke Kades Gogik," kata dia.
Sementara itu, Curug Benowo di Desa Kalisidi, Ungaran Barat, ditutup akibat sejumlah jembatan menuju lokasi tersapu banjir pada Jumat (20/1/2017) siang.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar