- Zaman sekarang, persaingan dalam dunia kerja dan bisnis selalu meruncing. Terkadang tak ada lagi keadilan. Sebab, yg tersisa adalah siapa yg dapat melakukan apapun, meskipun menjatuhkan orang lain, buat mendapatkan keinginan mereka, salah satunya dengan kebohongan.
Seorang pakar bahasa tubuh, Judi James, mengungkapkan tujuh sinyal tubuh yg menunjukkan seseorang sedang berbohong.
“Seorang pembohong yg buruk mulai bekeringat dan menunjukkan bahasa tubuh cemas ketika menutupi kebenaran atau kelemahan diri. Sementara itu, pembohong yg pintar dan terlatih memamerkan sikap tenang dan yakin diri,” jelas James.
Berikut tujuh pertanda kebohongan yg diuraikan oleh James:
Banyak jeda ketika bicara
Berbohong mengirimkan proses yg kompleks pada tubuh dan otak Anda. Awalnya, otak berpikir kebohongan yg mulai diucapkan sehingga menciptakan reaksi tubuh yg kontradiktif.
Orang yg berbohong terus bicara dengan jeda panjang. Selain itu, mereka mulai bertanya dengan cara defensif, seperti, “Kenapa menanyakan hal itu?,”.
Orang yg jujur pasti memberikan jawaban segera dan terbuka.
Gerakan mata
Manusia memiliki ekpresi mata yg variatif daripada makhluk lainnya. Mata manusia tak dapat berbohong meskipun otak berupaya keras menyembunyikan kebenaran.
Mata yg banyak mengarah ke kiri berarti otak sedang mengingat kembali sebuah memori. Sementara itu, mata yg mengarah ke kanan kala bicara tengah berpikir hal-hal yg kreatif.
Nah, orang yg berbohong menghindari kontak mata dengan lawan bicara, misalnya, menatap ke bawah dan mata bergerak-gerak ke kanan kiri.
Helaan nafas
Menutupi kebenaran menciptakan respon instan pada banyak orang. Artinya, mekanisme tubuh bagi melawan dan menjauh menjadi aktif.
Ciri-ciri orang yg sedang berbohong adalah mulut mengering, berkeringat, detak jantung berpacu cepat, dan tarikan nafas lebih pendek.
Terlalu banyak penjelasan
Seorang pembohong mengompensasi perilakunya dengan penjelasan yg berlebihan demi memperoleh rasa yakin dari lawan bicaranya.
Terkadang, orang yg berbohong sangat memerhatikan lawan bicara apakah termakan dengan kebohongannya. Alhasil, orang yg sedang berbohong pun jadi jarang berkedip.
Keinginan menyembunyikan wajah
Orang yg sedang berbohong mengalami tekanan dari dalam tubuh bagi menyembunyikan wajahnya. Kondisi ini akhirnya berujung pada gestur kadang menutup mulut atau menyentuh hidung ketika bicara atau sesudah bicara.
Membuat diri nyaman
Stres dan rasa tak nyaman ketika berbohong tak dapat ditahan ketika sedang berbohong. Alhasil, pembohong pun memberikan kenyamana pada diri sendiri dengan tidak jarang mengusap rambut, memainkan cincin, atau merapikan kemeja.
Mikro gestur
Orang yg pintar berbohong tahu dan sudah menguasai tanda-tanda tersebut di atas. Akhirnya, mereka pun mengatur bahasa tubuh dengan memerintah otak bagi tak melakukan hal-hal yg mampu mengagalkan kebohongan.
Namun, sesuatu hal yg tak mampu mereka kendalikan adalah reaksi tubuh usai mereka melakukan kebohongan.
Tanda kebohongan yg terpancar dari tubuh adalah condong ke depan dan mata yg berputar cepat setelah berbohong.
Source : female.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar