LAMONGAN, - Saddil Ramdani tampil cukup impresif dalam debutnya bersama Timnas Indonesia U-22. Pemain Persela Lamongan ini memberikan assist untuk Ahmad Nur Hardianto bagi membobol gawang Myanmar pada menit ke-22.
Sayang, timnas tidak bisa mempertahankan keunggulan. Dalam laga yg berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (21/3/2017), timnas menyerah 1-3.
Meskipun demikian, Saddil bangga dapat tampil bagus dalam debutnya tersebut. Bahkan, dia juga mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri.
"Membela Timnas Indonesia itu kebanggaan. Jadi aku tak dapat menolak, seandainya nantinya ditunjuk membela Timnas Indonesia U-19 juga. Saya ngikut saja. Apabila itu baik bagi aku dan tim, aku siap,” kata Saddil seperti dilansir di halaman resmi klub.
Pemain jebolan Aji Santoso Internasional Football Academy (ASIFA) tersebut juga mengaku cukup senang dipercaya Luis Milla menjadi starter, meskipun tak bermain selama 90 menit. Pada menit ke-72 dia ditarik keluar dan digantikan oleh pemain Persipura Jayapura, Osvaldo Ardiles Haay.
“Saya merasa bangga dan senang. Soalnya baru pertama kali tampil bersama pemain yg usianya terpaut jauh dengan usia saya. Saya bersyukur sekali,” ucap dia.
Saddil, yg mendapat rating tertinggi 7 versi FourFourTwo dalam laga uji mencoba tersebut, memang tak asing dalam memperkuat Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia juga sempat menjadi bagian Timnas U-19 di bawah arahan Eduard Tjong pada ajang AFF 2016.
Kiprah Saddil maupun Nur Hardianto, yg sama-sama dari Persela Lamongan, di Timnas U-22, membuat sang pelatih Herry Kiswanto (Herkis) bangga dan senang. Ia pun optimistis, mereka berdua mulai menjadi tulang punggung timnas pada masa yg mulai datang.
“Semoga itu mulai menjadi momentum buat mereka berdua dalam menarik perhatian pelatih Luis Milla, sehingga mereka berdua mulai menjadi bagian Timnas U-22 di SEA Games 2017 mendatang,” tutur Herkis.
Source : bola.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar