ACEH TIMUR, - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Idi, Aceh Timur, Irdi Rana menjelaskan, kerusuhan di rumah tahanan itu terkesan dibuat-buat oleh para tahanan. Pasalnya, tuntutan mereka sebagian besar telah dipenuhi.
“Soal piring makan misalnya, itu telah aku ganti sejak aku berdinas di sini. Saya di sini baru beberapa bulan lima hari,” sebutnya, Jumat (25/3/2017).
Soal isu pungutan liar, dirinya tegas menyebutkan seandainya ada oknum petugas yg melakukan pungutan liar maka silakan dilaporkan pada dirinya. Begitupun dengan menu makanan. Bahkan dirinya telah memanggil rekanan yg menyuplai ke rumah tahanan itu.
“Sehari aku masuk dinas, makanan dahulu aku benahi. Saya panggil itu rekanannya. Sekarang telah bagus, kok masih demo, protes, ini kan aneh,” katanya.
Dia menduga, protes tersebut cuma pengalihan isu dari temuan ganja seberat 1 kilogram di parit dekat rumah tahanan tersebut sebelumnya.
“Ada ditemukan ganja sesuatu kilogram. Kita tak tahu siapa yg mengirim, dan buat siapa. Kita mau serahkan ke polisi ganja itu. Dugaan saya, ini ada oknum tahanan yg merasa bisnis ganja dia terganggu. Padahal, kalian belum tahu siapa pemilik ganja itu,” tuturnya.
Dia berharap ke depan, komunikasi yg baik terjalin antara petugas dan tahanan. “Jika temukan pungutan liar, segera ke aku laporkan. Saya tindak tegas oknum petugas yg membuat pungutan liar itu,” tuturnya.
(Baca juga: Rutan Idi Aceh Timur Rusuh, Napi Lempari Atap dengan Batu)
Berita sebelumnya, puluhan tahanan di Rutan Idi, Aceh Timur protes. Mereka berteriak dan melempari atap gedung dengan batu. Aksi itu berhenti setelah polisi dan sipir berdiskusi dengan mereka.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar