JAKARTA, Rencana pembangunan depo mass rapid transit (MRT) jalur Selatan-Utara kembali ke lokasi awal, yakni di Kampung Bandan, Jakarta Utara. Keputusan itu diambil setelah Pemprov DKI melakukan meeting koordinasi bersama PT MRT, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, serta PT KAI sebagai pemilik lahan di Kampung Bandan.
Sebelumnya, Pemprov DKI berencana memindahkan depo itu ke Ancol Timur karena lahan yg ada di Kampung Bandan sudah dikontrakkan kepada sejumlah perusahaan oleh PT KAI.
"Tadi telah ada kata sepakat, Kampung Bandan ternyata bisa. Jadi kita juga kerjanya lebih enak karena fisibility study-nya dahulu telah dibuat di Kampung Bandan," ujar Saefullah, usai melakukan meeting koordinasi di Balai Kota, Jakarta Pusat Jumat (24/3/2017).
(baca: Pimpinan DPRD DKI Puji Kemajuan Proyek MRT)
Saefullah menjelaskan, PT KAI mulai melakukan adendum atau tambahan klausul dari perjanjian kontrak atas lahan di Kampung Bandan dengan perusahaan yg sudah mengontrak lahan tersebut.
Adendum dikerjakan karena sampai ketika ini lahan tersebut tidak kunjung digarap oleh perusahaan pengontrak. Padahal ada salah sesuatu perusahaan yg sudah melakukan perjanjian dengan PT KAI sejak 1994.
Adapun lahan yg tersedia buat dijadikan depo di Kampung Bandan memiliki luas lebih dari 8 hektar.
Pada Kamis (30/3/2017), Pemprov DKI mulai kembali bertemu dengan PT KAI bagi memastikan lahan di Kampung Bandan dapat digunakan buat depo MRT.
"Karena mereka ber-MoU ada yg dari tahun 1994 dan sampai sekarang belum ada apa-apa, lahan belum diapa-apain, existing-nya masih seperti itu. Jadi ini kalian telah sepakat mulai di Kampung Bandan," ujar Saefullah.
Namun ketika hendak dikonfirmasi, Direktur Aset Tanah dan Bangunan PT KAI Dody Budiawan tampak menghindari wartawan tanpa alasan jelas.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta berencana memindahkan depo MRT dari Kampung Bandan ke Ancol Timur. Pemindahan depo itu juga membuat anggaran pembangunan MRT jalur Selatan-Utara yg sebelumnya sebesar Rp 20 triliun menjadi Rp 31 triliun atau ada penambahan anggaran sebesar Rp 11,7 triliun.
Rencana pemindahan depo tersebut juga membuat DPRD DKI Jakarta berencana membentuk pansus MRT. Pemindahan depo diusulkan karena lahan PT KAI di Kampung Bandan yg direncanakan bagi lokasi depo MRT telah dikontrak oleh pihak lain.
(baca: Sumarsono Ingin Ajak DPRD Tinjau Proyek MRT Agar Pahami Perpanjangan Jalur)
Source : megapolitan.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar