MALANG, - Pemerintah Kota Malang akan mengembangkan aplikasi Android bagi mempermudah aktivitas wisata di kota tersebut. Aplikasi tersebut diberi nama "Malang Menyapa", yg dapat didapatkan secara gratis di play store.
"Malang Menyapa sebuah aplikasi pariwisata berbasis Android bagi memudahkan pelaku pariwisata ataupun dari wisatawannya sendiri," kata Kasi Pemasaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana, Jumat (24/3/2017).
Sampai ketika ini, aplikasi itu masih pada tahap pengembangan. Konten dalam fitur yg tersedia dalam aplikasi itu belum terisi sempurna.
Ada tujuh fitur yg tersedia di dalam aplikasi tersebut. Di antaranya, destinasi, belanja, hotel, makanan, travel, oleh-oleh dan hiburan. Rencananya, pengelola usaha pariwisata di Kota Malang mulai dibebaskan bagi melakukan promosi di dalam aplikasi itu.
Para pelaku usaha tinggal registrasi dan membubuhkan konten di aplikasi sesuai dengan usahanya. "Pelaku wisata mendapatkan promosi gratis. Jadi dengan masuk ke aplikasi ini mampu mempromosikan usahanya. Pelaku wisata secara mandiri melakukan apload data," jelasnya.
Untuk menghindari kekeliruan data atau konten palsi, Pemerintah Kota Malang menyiapkan tenaga admin buat melakukan verifikasi terhadap seluruh bentuk usaha pariwisata yg ingin masuk ke aplikasi itu.
Jika data yg dimasukkan tak sesuai, admin mulai menolak buat memasukkan konten itu. "Kita milik admin yg bertindak buat memfilter, yg layak atau tidak. Siapapun yg register harus divalidasi lalu oleh admin," jelasnya.
Di dalam aplikasi itu, setiap yg melakukan register harus mencantumkan alamat lengkap lokasi usahanya dan terdeteksi di Google map. Hal itu buat mengarahkan wisatawan seandainya tertarik mengunjungi usahanya.
Tidak cuma itu, di dalam aplikasi itu juga terdapat fitur kalender event. Fitur itu bagi mengabarkan kepada seluruh wisatawan terkait event-event wisata yg mulai berlangsung di Kota Malang.
Pemerintah Kota Malang juga telah mengembangkan SMS yg secara otomatis mulai terkirim kepada nomor telepon genggam wisatawan yg baru saja menginjakkan kaki di Malang.
"Ada sms menyapa otomatis. Cuma sekarang masih kalian lakukan penyempurnaan," terangnya.
Melalui aplikasi itu, Pemerintah Kota Malang menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan. Terutama kunjungan wisatawan asing.
Tahun ini, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan asing ke Kota Malang sebanyak 800 ribu hingga 1,5 juta orang.
Erfina Hakim, seorang pengusaha minuman mengaku terbantu dengan adanya aplikasi itu. "Dengan adanya aplikasi ini kami mampu masuk dan promosi," katanya.
Selama ini, ia cuma mempromosikan produknya melalui media sosial pribadi. Ia berharap mulai ada tambahan produksi yg ketika ini telah mencapai 1.000 botol per hari.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar