Israel Abaikan Tuntutan PBB untuk Hentikan Bangun Permukiman

Posted by rarirureo on 3/25/2017

Israel Abaikan Tuntutan PBB buat Hentikan Bangun Permukiman

NEW YORK, Israel sudah mengabaikan tuntutan Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi menghentikan pembangunan permukiman.

Utusan Khusus PBB bagi Timur Tengah, Nickolay Mladenov, mengatakan hal tersebut saat berbicara kepada 15 anggota DK PBB di New York, AS, Jumat (24/3/2017).

Mladenov menyatakan, dua kelompok warga Palestina juga selalu menghasut kekerasan terhadap Yahudi, seperti dilaporkan Reuters.

Pemaparan Mladenov itu yaitu laporan pertamanya menyangkut penerapan resolusi DK PBB, yg disahkan pada 23 Desember 2016 dengan 14 suara mendukung dan AS menyatakan abstain.

Presiden terpilih AS ketika itu, Donald Trump, dan Israel meminta Washington bagi memakai hak vetonya terhadap resolusi tersebut.

"Resolusi meminta Israel agar mengambil langkah-langkah 'untuk menghentikan seluruh kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yg didudukinya, termasuk Jerusalem Timur.' Tak ada langkah seperti itu yg diambil selama masa pelaporan," demikian Mladenov kepada DK PBB.

Israel sudah berpuluh-puluh tahun menjalankan kebijakan membangun permukiman Yahudi di wilayah yg direbut Israel pada perang tahun 1967 dengan negara-negara Arab tetangganya.

Sebagian besar negara menganggap kegiatan pemukiman Israel itu sebagai tindakan ilegal dan yaitu hambatan untuk perdamaian. Israel tak setuju terhadap anggapan tersebut.

Palestina ingin membentuk negara independen di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur.

"Banyak kegiatan (pembangunan permukiman) yg dikerjakan dalam tiga bulan terakhir ini mulai lebih jauh memutus sambungan wilayah buat masa depan (pembentukan )negara Palestina serta mempercepat pemecahan wilayah Tepi Barat," kata Mladenov soal pemukiman.

Ia menambahkan bahwa kegiatan-kegiatan pemukiman itu yaitu "salah sesuatu hambatan penting untuk perdamaian."

AHMAD GHARABLI / AFP Dengan memakai telepon genggam, seorang bocah Palestina mengadikan sisa-sisa rumahnya di Qalandiya, Jerusalem yg dihancurkan pemerintah Israel, Selasa (26/7/2016).Mladenov juga menyampaikan peningkatan tembakan-tembakan roket dari Gaza ke arah Israel yaitu "perkembangan yg mengkhawatirkan".

Ia menyayangkan bahwa para pejabat Otoritas Palestina tak mengutuk serangan-serangan terhadap Israel.

Resolusi 23 Desember 2016, yg diusung oleh Selandia Baru, Malaysia, Venezuela, dan Senegal, sesuatu hari setelah Mesir mundur karena tekanan dari Israel dan Trump, itu yaitu resolusi pertama yg disahkan oleh DK PBB menyangkut Israel dan Palestina dalam delapan tahun belakangan ini.


Source : internasional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 18.00

0 komentar:

Posting Komentar