ISIS Pasang Ranjau di Kuburan Massal untuk Bunuh Penyelidik Perang

Posted by rarirureo on 3/02/2017

ISIS Pasang Ranjau di Kuburan Massal bagi Bunuh Penyelidik Perang

MOSUL, - ISIS memasang sejumlah ranjau di sekitar sebuah lokasi kuburan masal terbesar buat menewaskan para penyelidik yg berusaha mengungkap kejahatan kelompok itu di Irak.

Shifa Gardi, jurnalis Kurdi yg bekerja buat stasiun televisi Rudaw, sedang melakukan wawancara di dekat sebuah lubang yg diduga sebuah kuburan massal di dekat kota Mosul pada Sabtu akhir minggu lalu.

Saat itulah sebuah ranjau meledak dan segera menewaskan jurnalis perempuan tersebut.

Manajemen Rudaw menyampaikan seorang komandan pasukan mobilisasi rakyat yg tengah diwawancarai itu menginjak kabel yg memicu ledakan ranjau.

Ledakan itu segera menewaskan Shifa, sang komandan, dan empat orang anak buahnya serta melukai dua orang lainnya.

Sejumlah sumber mengatakan, para prajurit telah memandu jurnalis berusia 30 tahun itu ke sebuah lokasi yg diyakini aman.

Awalnya, kawasan itu tidak boleh dimasuki siapapun, termasuk jurnalis, dan dijaga ketat pasukan polisi federal Irak.

Lubang tanah alami yg dalam bahasa lokal disebut "khasfah" itu digunakan ISIS sebagai lokasi eksekusi dan kuburan bagi sedikitnya 4.000 orang.

Lubang tersebut berada di dekat desa Al-Athba, 19 kilometer sebelah selatan kota Mosul yg sisi timurnya telah direbut kembali dari tangan ISIS.

Para jurnalis, pakar penjinak ranjau, dan para pengamat internasional masuk bersama pasukan federal Irak buat menyelidiki lokasi itu yg sejauh ini yaitu kuburan massal terbesar ISIS.

AFP/Getty Foto Shifa Gardi, jurnalis perempuan yg tewas akibat ranjau di dekat sebuah kuburan massal di kota Mosul, dipasang di ruang redaksi stasiun televisi Rudaw di Erbil, Irak.
Human Right Watch (HRW) yg sudah mendokumentasikan aktivitas di "khasfah" tersebut dengan memakai citra satelit, mengungkapkan, lubang alami itu ditutup tanah antara Maret hingga Juni 2015.

Belkis Wille, peneliti senior HRW, mengatakan, keluarga korban yg dibunuh dan dikuburkan di lubang itu mengklaim terdapat 4.000 jenazah di tempat tersebut.

Sebagian besar adalah tawanan yg dieksekusi di tempat itu. Warga juga melaporkan pernah melihat warga Yazidi dikunci di dalam sebuah bus yg kemudian didorong ke dalam lubat itu.

"Saya tidak mengetahui ada kuburan massal yang lain di Irak yg sebesar ini," ujar Wille.

Tak cuma di tempat ini ISIS meninggalkan ranjau. Pada November dulu ditemukan ladang ranjau di sebuah kuburn massal di dekat Hammam al-Alil yg berisi 100 jenazah terpenggal.

Ladang-ladang ranjau ini diyakini sebagai bentuk pertahanan yg telah dipersiapkan ISIS sejak lama.

Ribuan ranjau sejauh ini telah dijinakkan tapi sisanya harus menunggu hingga pasukan Irak mampu menguasai kota Mosul sepenuhnya.


Source : internasional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 14.30

0 komentar:

Posting Komentar