BANDUNG, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil resmi dideklarasikan sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat oleh Partai Nasdem pada Minggu (19/3/2017) lalu.
Banyak pihak yg menyambut positif atas langkah Ridwan Kamil bagi maju ke Pilkada Jabar 2018. Namun tak sedikit yg mempertanyakan bahkan mem-bully Ridwan Kamil atas langkahnya tersebut.
Menanggapi berbagai respons negatif warga tersebut, Ridwan Kamil pun menjawab melalui akun Facebook resminya, Senin (20/3/2017).
"Banyak yg bertanya kenapa? Jawabannya sangat multi dimensi," tukas dia dalam statusnya.
(Baca juga: Terima Nasdem, Ridwan Kamil Dinilai Bisa Bernasib seperti Dede Yusuf )
Ridwan Kamil membeberkan 7 poin jawaban yg melatarbelakangi keputusannya itu. Mulai kenapa maju Pilkada Jabar, Menjadi Cagub itu resminya seandainya telah mendaftar ke KPUD. Dalam perjalanannya masih banyak belokan dan lika-liku. Bisa seperti tokoh-tokoh di Jakarta yg heboh-heboh di awal ternyata tak jadi. Bisa seperti yg telah dideklarasikan, eh mampu berubah pada hari H-1 oleh nama baru.
Poin kedua, Hari ini sebagai independen sifatnya menerima dengan baik aspirasi siapa pun yg berniat baik mendukung. Adabnya berterima kasih ketimbang menolak yg terkesan sombong. Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tak juga ya diterima saja takdirnya.
(Baca juga: Relawan Kota Bandung Tolak Ridwan Kamil Maju di Pilkada Jabar )
Poin ketiga, Kenapa dengan partai ini atuh. Kenapa tak dengan partai-partai terdahulu? karena partai-partai terdahulu, telah dikomunikasikan, namun belum ada jawaban. Belum pasti juga mau dan masing-masing milik jadwal dan prosedur sendiri yg harus dihormati. Boro geer (gede rasa) pasti didukung, apek teh ternyata teu jadi (ternyata tak jadi)?".
Poin keempat, Setiap pilihan situasi politik terus ada yg suka juga tak suka. Saya telah melaluinya pada tahun 2013. Setengah pertemanan aku balik kanan, Orang berpikir ini semata syahwat politik? Kalo ikut syahwat mah, Bandung telah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu aku menggenapkan tugas sebagai wali kota selama 5 tahun. Selesai on time. Janji Bandung belum beres? Betul. Namun masih ada beberapa tahun anggaran 2017 dan 2018 bagi dibelanjakan mengejar sisa mimpi.
Poin keenam, Tidak terpilih lagi? Tidak masalah, da aku mah bukan pengangguran, tak milik niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yg kembali pulang.
Poin ketujuh, Jadi seandainya sekarang ada yg bully, aku mulai jadi pembenci akang sekarang, maaf aku unfollow , bye kang RK dkk itu telah takdir berpolitik. Tidak mulai baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah mulai pernah, sampai kapanpun, menyenangkan segala orang. Tinggal karya dan pengabdian yg mulai menjawab seluruh itu.
Baca juga: Gerindra Ingin Usung Ridwan Kamil, tetapi...
Kompas TV Nasdem Deklarasi Dukung Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar 2018
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar