Semarang, - Danau alam Rawapening diusulkan sebagai venue cabang olahraga dayung Asian Games 2018 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali- Juwana, Ruhban Ruzziyatno ketika merayakan hari air sedunia ke 25 di dermaga Sumurup, desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (22/3/2017).
Menurut dia, perairan darat seluas 2.700 hektar ini tersebut termasuk kategori layak sekali bagi dilaksanakannya cabang olahraga dayung olahraga empat tahunan tingkat asia tersebut.
"Kebetulan Ketua Umum PB PODSI (Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia adalah Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono sementara wakilnya dijabat oleh Dirjen SDA. Beliau telah mengatakan kepada kita bagi menyiapkan," kata Rubhan.
Kriteria layak, jelas Rubhan, lantaran danau alam terluas di Pulau Jawa ini lokasi serta suasana alamnya mendukung. Selain itu sebagai obyek wisata, Rawapening diperkuat dengan potensi masyarakatnya seperti kuliner serta budaya setempat.
"Rencana lokasinya di dermaga Bukit Cinta. Pemkab Semarang nantinya mulai menyiapkan sarana prasarananya," jelasnya.
Bersihkan enceng gondok
Permukaan Rawapening yg dipenuhi tanaman enceng gondok setiap hari dibersihkan dengan kapal "keruk" bantuan dari Kementerian PUPR.
Ada tiga alat yg digunakan bagi membersihkan enceng gondok, meliputi beberapa Kapal Aquatic Weed Harvester, sesuatu unit Kapal Dredger, excavator.
"Setiap hari eceng gondok di Rawa Pening wajib dibersihkan karena tiap hari mampu tumbuh sesuatu hektar enceng gendok," kata Rubhan.
Dia mengatakan, guna lebih mengefektifkan pembersihan enceng gondok ini, BBWS Pemali-Juwana sudah membangun kantor pemantau di sekitar dermaga Sumurup, Asinan, Bawen.
Menurut dia, dengan perairan Rawapening yg bersih, maka sektor wisata, perikanan, pertanian, dan sektor yg berhubungan dengan danau mulai memberikan nilai ekonomis buat masyarakat.
"Jika bersih dari eceng gondok, mulai multifungsi. Termasuk maksimal dalam menyuplai air baku dan energi listrik," sebutnya.
Sementara itu Kepala Dinas lingkungan hidup Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto mengatakan, pihaknya bersama BBWS Pemali-Juwana telah berkoordinasi dengan PTPN IX bagi mencari lahan alternatif bagi penampungan enceng gondok.
Nurhadi setuju titik pengambilan enceng gondok juga diperluas.
"Jika diambil dari dua titik, maka kecepatan pembersihannya mulai lain,"kata Nurhadi.
Source : nasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar