SAMBAS, - Wajah M Yatim (54) semringah. Ia kelihatan bersemangat memamerkan hamparan padi yg menguning bersiap panen di areal sawah punya kelompok tani di Desa Sepinggan, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Sabtu (4/2/2017) siang.
Yatim adalah ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Semangat Maju di Desa Sepinggan.
Ia bersama kelompok yg dipimpinnya itu sejak setahun terakhir menggarap lahan sawah sebanyak 250 hektar dengan teknologi budidaya hazton, program dari Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Barat.
“Biasanya hasil panen cuma berkisar 3-4 ton saja per hektarnya, tetapi setelah menerapkan teknologi hazton, dapat mencapai tiga kali lipat hasilnya,” ujar Yatim usai panen raya secara simbolis yg dihadiri Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat RI, Daniel Johan, Sabtu (4/2/2017).
“Kawan-kawan yg telah panen sebelumnya rata-rata diatas 6 ton,” ujarnya bersemangat.
Yatim memaparkan, ada dua kelebihan dalam menerapkan teknologi hazton yg dirasakan para petani di desa nya.
Pertama adalah petani tak perlu repot lagi membersihkan (menyiang) rumput, karena pada ketika ditanam, bibit padi dalam jumlah banyak mempersempit ruang gerak sehingga rumput sulit bagi tumbuh.
“Pemeliharaannya juga jauh lebih mudah, karena saat ditanam itu telah 20 sampai 30 rumpun (batang), sehingga petani tak perlu memikirkan anakan lagi. Yang perlu kalian pikirkan lagi ya pemeliharaan ke depannya setelah ditanam hingga berbuah dan bersiap di panen,” ujar Yatim.
Meski ada kelebihan dari hasil panen, Yatim menyampaikan ketika ini yg masih menjadi kendala buat petani adalah persoalan bibit.
Karena, bibit yg disuplai pemerintah dari Pulau Jawa, dinilai masih belum sempurna beradaptasi dengan keadaan tanah yg ada di wilayah mereka.
“Mohon maaf, bukannya bibit yg didatangkan dari Jawa itu tak baik, tetapi proses adaptasinya yg belum sempurna, karena secara umum tanah di Sambas ini mengandung pirit atau keasaman yg agak tinggi. Jadi kalian membutuhkan bibit yg benar-benar sesuai dengan keadaan tanah disini,” ujarnya.
Untuk itu, ia berharap di Kabupaten Sambas juga memiliki lahan khusus yg digunakan buat membiakkan bibit yg dibutuhkan petani.
Teknologi hazton yaitu teknik budidaya padi yg dikembangkan sejak 2012.
Saat ini teknik budidaya padi memakai teknologi hazton telah diterapkan di 24 provinsi di Indonesia, bahkan di dua negara di Asia Tenggara dan Afrika.
Penerapan hazton berawal dari pemilihan benih, terkait dengan macam benih apakah cocok atau tak ditanam di wilayah tersebut menyesuaikan dengan keadaan geografis daerah masing-masing.
Setelah memilih benih yg cocok, kemudian dilanjutkan ke persemaian. Dalam teknologi hazton, proses persemaian harus dikerjakan secara optimal agar hasil semaian mampu berproduksi dengan baik.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar