NEW YORK, Duta Besar Amerika Serikat buat PBB Nikki Haley menuding Rusia sebagai pihak yg bertanggung jawab atas terjadinya golombang kekerasan baru di wilayah timur Ukraina.
Haley juga menegaskan AS tidak mulai mencabut sanksi terhadap Rusia terkait Crimea hingga wilayah yg dianeksesi Moskwa itu dikembalikan kepada Kiev.
Diberitakan, AS dan Uni Eropa memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Rusia sejak tahun 2014 karena tindakan Presiden Vladimir Putin bagi menganeksasi Crimea, dan memberi dukungan untuk pemberontak di timur Ukraina.
"Saya terpaksa memakai penampilan pertama aku di sini buat mengecam tindakan agresif dari Rusia," ungkap Haley seperti dikutip Reuters, Jumat (3/2/2017).
Haley bagi pertama kali tampil memberikan sambutan di hadapan sidang Dewan Kemanan PBB, sejak dipilih menjadi Dubes AS bagi PBB bulan lalu.
"Hal itu seharusnya tidak terjadi, atau harus menjadi seperti itu," kata Haley.
Baca: Ukraina Timur Memanas Lagi, Lima Orang Tewas dalam Pertempuran Terbaru
"Kami memang menginginkan hubungan yg lebih baik dengan Rusia," kata dia.
"Kendati demikian, situasi yg mengerikan di timur Ukraina adalah salah sesuatu yg menuntut hukuman yg jelas dan kuat terhadap Rusia," tegas dia.
Kecaman ini muncul di tengah derasnya spekulasi bahwa Presiden AS Donald Trump mulai menjalin hubungan baik dengan Moskwa.
Dalam dua kesempatan, Trump mengungkapkan pujiannya kepada Presiden Putin.
Trump juga mengekspresikan harapannya agar mampu mewujudkan hubungan baik antara kedua negara.
Namun, pernyataan Haley hari ini disampaikan dengan jelas, bahwa ketegangan yg terjadi di Ukraina belum mulai berakhir dalam waktu dekat.
"Wilayah timur Ukraina tentu bukan menjadi satu-satunya kawasan yg menderita akibat agresi Rusia," kata Haley.
"PBB pun mengecam dan tidak henti menyerukan agar Rusia langsung menghentikan pencaplokan Crima," tegas dia.
Haley kemudian menegaskan, Crimea adalah bagian wilayah Ukraina.
"Sanksi AS terkait Crimea mulai selalu berlanjut hingga Rusia menyerahkan kontrolnya di kawasan itu kepada Ukraina," kata Haley lagi.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar