JAKARTA, - Calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 178.000 surat informasi (suket) yg telah dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta bagi Pilkada DKI Jakarta 2017.
Suket yaitu pengganti e-KTP untuk warga yg telah merekam data namun belum memiliki fisik e-KTP tersebut.
Suket mampu digunakan bagi memilih apabila pemilih yg bersangkutan tak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada DKI 2017.
"Angka 178.000 itu angka yg besar, besar sekali. Kami ingin itu dibuka, kita ingin itu ditunjukkan dan kita ingin itu diverifikasi," ujar Anies di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2017).
(Baca: Bawaslu DKI Temukan Banyak Kesalahan dalam DPT, tapi Belum Masif)
Anies mengaku tak mengetahui rincian dari jumlah tersebut. Dia justru meminta Disdukcapil DKI Jakarta bagi membuka data penerima suket.
"Kami ingin tahu ini siapa mereka itu, DPT saja boleh dibuka, DPT saja kami boleh tahu siapa,
Dengan adanya transparansi, lanjut Anies, kemungkinan adanya kecurangan mulai dapat diantisipasi.
Anies tak mempermasalahkan besarnya jumlah penerima suket apabila mereka memang benar warga Jakarta. Yang menjadi persoalan yakni apabila mereka bukan warga DKI Jakarta.
Anies menyebut, dia dan pasangannya, cawagub Sandiaga Uno, serta tim pemenangan mereka memiliki fokus terhadap kecurangan tersebut.
"Jadi kita sangat concern dengan potensi kecurangan. Saya telah katakan berkali-kali, potensi kecurangan ini makin hari makin nampak," tutur dia.
Oleh karena itu, dia meminta masyarakat bagi mengawasi bersama pemungutan dan penghitungan suara pada 15 Februari mendatang.
Source : megapolitan.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar