Ambulans Milik RS Berbayar, Jasad Balita Terpaksa Diantar Pakai Mobil "Pick-up"

Posted by rarirureo on 2/03/2017

KUPANG, - Jasad Jelita Brigita Nomleni, bocah berusia sesuatu tahun empat bulan yg penghuni Panti Asuhan Sonaf Manek Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibawa pulang dengan memakai mobil pick-up.

Jelita meninggal akibat mengalami mencret dan demam tinggi di Rumah Sakit Umum Kota Kupang. Ketua Yayasan Panti Asuhan Sonaf Maneka Blasius Umbu Manu menuturkan, setelah bocah Jelita dinyatakan meninggal oleh dokter, pengasuh panti bersama puluhan anak panti asuhan, meminta agar jenazah dibawa memakai mobil ambulans rumah sakit.

“Ketika ditanya ke pihak rumah sakit, ternyata mobil ambulans itu berbayar (dikenakan biaya) dan pengasuh tak sempat menanyakan tarif, sehingga kemarin mereka segera menyewa angkutan kota dengan tarif Rp 50.000 bagi diantar ke panti,” kata Blasius, Jumat (3/2/2017).

Saat dalam perjalanan pulang dari rumah sakit menuju panti asuhan, lanjut Blasius, mobil angkot pun mogok di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, sehingga jenazah pun dipindahkan ke mobil pick-up punya panti asuhan yg sedang berjalan beriringan.

Jenazah pun akhirnya dibawa ke Panti Asuhan Sonaf Maneka bagi disemayamkan. Terhadap kejadian itu, Blasius mengaku kecewa dengan pelayanan rumah sakit itu. Padahal sebagai anak yanti piatu, seharusnya jenazah jelita dapat diperlakukan lebih baik.

“Waktu pendaftaran kan mereka tahu bahwa jenazah ini dari panti asuhan. Saya pikir mereka adalah bagian dari pemerintah yg turut terlibat buat membantu, tetapi ternyata perhatian pemerintah harus berbayar sehingga saat ada angkot kita tak pikirkan lagi. Kami kecewa karena anak panti tak sepenuhnya diperhatikan oleh pemerintah,” keluh Blasius.

Menanggapi hal itu, Direktris Rumah Sakit Kota Kupang Marsiana Y Halek yg dihubungi terpisah mengaku masih mengecek kepada petugas rumah sakit.

“Saya konfirmasi dahulu di bagian pelayanan, apa memang ada masalah itu. Kalau pasien umum dikenakan tarif sesuai peraturan daerah peraturan daerah (pasien memakai mobil ambulans). Tetapi bagi dua perkara seperti itu pasti terus ada konfirmasi manajemen bagi diberlakukan khusus tanpa kena tarif,” kata Marsiana.

Menurut dia, sepanjang pengetahuannya, pasien yg tak bisa terus dibantu ketika terkendala administrasi karena salah sesuatu fungsi rumah sakit pemerintah yakni melayani masyarakat terutama yg tak mampu.

”Tapi nanti aku cek dulu,” ucapnya.


Source : regional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 21.00

0 komentar:

Posting Komentar