MANILA, Ji, seorang pebisnis yang berasal Korea Selatan yg diculik sejumlah polisi Filipina ternyata dibunuh di markas kepolisian di negara itu.
Fakta itu diungkapkan otoritas terkait, Kamis (19/1/2017) seperti dikutip kantor berita AFP.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok polisi tersebut menculik dan dahulu membunuh Ji, demi uang tebusan.
Istri korban diarahkan buat yakin bahwa suaminya masih hidup, agar mereka mampu mendapatkan uang.
Korban diculik dari rumahnya di wilayah utara Kota Angeles, Oktober tahun lalu.
Istri korban dahulu mendapat perintah buat membayar tebusan sebesar 100.000 dollar AS.
Baca: Sekelompok Polisi di Filipina Culik dan Bunuh Warga Korsel demi Uang
penculikan itu dikerjakan dengan kedok penggerebekan terkait peredaran narkoba dan obat terlarang.
Kepala Kepolisian Filipina Ronald Dela Rosa mengaku malu dengan terkuaknya masalah ini.
Kasus ini pun, kata Rosa, menebar ketakutan di tengah masyarakat bahwa polisi berpotensi melakukan tindak kriminal.
Apalagi, kedok yg digunakan adalah pemberantasan narkoba yg memungkinkan aparat menembak mati para tersangka.
Hal itu sejalan dengan kebijakan Presiden Rodrigo Duterte, yg memang menuai banyak kritik.
"Mereka tahu segala cerita, tentang bagaimana para polisi itu membawa korban, menggiringnya ke Camp Crame, dan mencekiknya," kata Rosa.
Informasi ini mengacu kepada pengakuan polisi yg dituduh terlibat dalam penculikan dan pembunuhan pengusaha berusia berusia 50-an tahun itu.
Camp Crame, adalah markas besar kepolisian nasional yg dilengkapi dengan penjara dan menjadi kantor dari segala pejabat tertinggi kepolisian Filipina.
Namun masih belum jelas di bagian markas sebelah mana Ji dibunuh.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar