AMSTERDAM, Pemerintah Belanda menyatakan mulai menggalang dana internasional buat menghadapi dampak keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait aborsi.
Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda, Lilianne Ploumen, mengatakan, keputusan Trump tak boleh melemahkan kemajuan yg dicapai dalam kesehatan perempuan, seperti dilaporkan BBC pada Rabu (25/1/2017).
Trump, Selasa (24/1/2017), sudah menandatangani perintah eksekutif yg melarang aliran dana dari AS ke organisasi sipil dunia yg memberi layanan aborsi dan menyediakan keterangan tentang aborsi.
Aturan, yg mulai berdampak segera terhadap organisasi sipil AS yg beroperasi di luar negeri tersebut, pertama kali diterapkan oleh mantan Presiden Ronald Reagan pada 1984.
Trump, penentang aborsi, menetapkan buat menerapkan kembali aturan itu pada hari keempat ia duduk di kursi tertinggi Gedung Putih.
Kebijakan tersebut sebelumnya dibatalkan oleh mantan Presiden Barack Obama pada 2009.
"Kesehatan dan hak perempuan adalah salah sesuatu korban pertama pemerintahan Trump," kata Serra Sippel, kepala lembaga sipil Center for Health and Gender Equity di Washington, seperti dilaporkan Reuters.
Langkah Trump itu dinilai memojokkan organisasi pejuang hak reproduksi ke posisi yg sangat sulit, kata Brian Dixon dari lembaga Population Connection Action Fund.
Namun, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer, perintah eksekutif itu memamerkan bahwa Trump “membela segala warga AS, termasuk yg belum lahir”.
Namun, Ploumen berpendapat, penghentian dana takkan mengurangi aborsi tetapi meningkatkan bahaya praktik aborsi dan menyebabkan lonjakan kematian di negara-negara berkembang.
"Kita harus mengimbangi kemunduran keuangan ini sebisa mungkin lewat dana keuangan yg baik, dengan pemerintah, dunia usaha, dan organisasi sosial mampu memberi sumbangan," seperti tertulis dalam pernyataannya.
Dukungan Belanda atas lembaga-lembaga perempuan, menurutnya, berhasil mencegah enam juta kehamilan yg tak direncanakan dan setengah juta aborsi.
Ploumen menambahkan, Belanda harus menempuh seluruh yg memungkinkan bagi menyeimbangkan dampak larangan Trump agar perempuan tetap mengendalikan dirinya sendiri.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, setiap tahunnya 22 juta perempuan menjalani praktik aborsi di segala dunia dan sebagian besar tinggal di negara-negara berkembang.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar