Survei Index Indonesia: Calon Petahana di Maluku Tengah Diprediksi Kalahkan "Kotak Kosong"

Posted by rarirureo on 1/20/2017

Survei Index Indonesia: Calon Petahana di Maluku Tengah Diprediksi Kalahkan "Kotak Kosong"

AMBON, - Pasangan petahana di Kabupaten Maluku Tengah, Tuasikal Abua-Marlatu Leleury atau yg populer dengan jargon "Tulus" dipastikan mulai menang melawan "kotak kosong" di Pilkada daerah itu 15 Februari 2017 mendatang.

Berdasarkan hasil survei yg dirilis lembaga survei Index Indonesia, pasangan yg diusung delapan partai politik ini memiliki elektabilitas yg tinggi mencapai 77,8 persen.

“Dari hasil survei yg kalian lakukan, nilai elektabilitas pasangan Tulus mencapai 77,8 persen. Elektabilitas pasangan Tulus yangs secara signifikan ini jauh di atas dukungan ‘kotak kosong’ yg cuma mencapai 11,4 persen,” kata Direktur Index Indonesia, Agung Prihatna ketika memberikan informasi kepada waratwan di Ambon, Jumat (20/1/2017) sore.

Dia mengungkapkan, dari survei itu juga terungkap bahwa persentase pemilih yg masih merahasiakan pilihannya cuma tersisa 6,2 persen, sementara yg belum menentukan pilihan sebesar 4,2 persen.

Dengan fakta itu, kata dia, maka pasangan Tulus telah dapat dipastikan mulai memenangkan Pilkada Maluku Tengah.

“Ini karena jarak elektabilitas Tulus terlalu lebar dengan 'kotak kosong', apalagi yg belum menentukan pilihan cuma tersisa 4,2 persen,” katanya.

Agung menjelaskan, hasil survei yg dikerjakan dari tanggal 8 hingga 16 Januari 2016 itu juga menempatkan popularitas pasangan Tulus jauh lebih tinggi, yakni mencapai angka 97 persen, sementara nilai akseptabilitasnya mencapai angka 90 persen.

“Faktor kepuasan publik terhadap kinerja Tuasikal Abua-Marlatu Leleury semasa menjabat sebagai bupati dan wakil bupati membuat elektabilitas pasangan ini sangat tinggi. Kepuasan masyarakat terhadap kinerja bupati mencapai 72,2 persen,” ungkapnya.

Adapun surveli yg dikerjakan itu memakai metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 4,5 persen.

Jumlah sampel dalam survei itu sendiri mencapai 500 responden yg dipilih secara acak dengan melakukan wawancara dan tatap muka dan juga memakai kuisioner terstruktur.

“Lokasi survei dikerjakan secara proporsional. Jadi seluruh wilayah kami jadikan lokasi survei. Soal ada wacana perjuangan pemekartans seperti di Jazirah Leihitu dan Seram Utara kalian juga dapatkan itu, namun tak mulai berpengaruh, karena itu memang wacana elit,” ungkapnya.


Source : regional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 22.30

0 komentar:

Posting Komentar