Sumarsono Minta PT Transjakarta Evaluasi Meningkatnya Kecelakaan

Posted by rarirureo on 1/25/2017

Sumarsono Minta PT Transjakarta Evaluasi Meningkatnya Kecelakaan

JAKARTA, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, meminta PT Transjakarta melakukan evaluasi terhadap meningkatnya angka kecelakaan yg melibatkan bus Transjakarta.

Sumarsono mengatakakan, seiring meningkatnya fasilitas yg diberikan PT Transjakarta, seharusnya angka kecelakaan menurun.

Data kecelakaan yg melibatkan bus Transjakarta yg dikeluarkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta di laman data.jakarta.go.id memamerkan angka kecelakaan pada 2014 sebanyak 770 kecelakaan. Angka itu turun pada 2015 menjadi 418 kecelakaan. Pada 2016, tercatat angka kecelakaan kembali meningkat menjadi 783 kecelakaan.

"Untuk kecelakaan, aku cek lalu apakah akibat dari kelalaian, kesalahan manusia atau bisnya. Kalau kelalaian ya harus patut dievaluasi karena setiap kali kejadian harus menjadi pembelajaran buat mengambil keputusan," kata Sumarsono di Balai Kota, Rabu (25/1/2017).

Ia yakin, PT Transjakarta sudah melakukan evaluasi terhadap faktor penyebab meningkatnya angka kecelakaan itu. Namun, menurut dia ada faktor yg sulit dikendalikan oleh PT Transjakarta, merupakan kesadaran masyarakat buat berlalu lintas.

Tak jarang kecelakaan melibatkan kendaraan yang lain yg memakai jalur khusus bus Transjakarta.

"Seharunya bagi sarana lebih bagus, ketertiban lebih bagus. Harusnya kejadian (kecelakaan) menjadi kurang. Nah, yg tak mampu dikendalikan ialah kesadaran masyarakat bagi berlalulintas," kata Sumarsono.

Dari data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dua koridor tercatat milik angka kecelakaan cukup tinggi. Koridor VI Ragunan-Latuharhari pada 2014-2016 angka kecelakaannya mencapai 278 kecelakaan. Koridor IX Pinang Ranti-Pluit tercatat sebanyak 266 kecelakaan. Sedangkan koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni, Dishub mencatat angka kecelakaan sebanyak 250 kecelakaan.


Source : megapolitan.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 16.00

0 komentar:

Posting Komentar