KUPANG, - Warga Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya yg beragama muslim, harus menahan kecewa karena rencana bagi menunaikan ibadah umrah ke tanah suci Mekkah batal karena stok vaksin meningitis di wilayah itu kosong.
Salah seorang warga Kota Kupang Hamzah Djumadi kepada Kompas.com mengaku kecewa karena rencananya bagi umrah bersama keluarga dan puluhan warga Kota Kupang lainnya batal karena ketiadaan vaksin itu.
"Rencananya kalian mulai berangkat umrah pada 6 Januari 2016 lalu, namun pada ketika kita cek ke Puskesmas di Tenau sebagai penyedia vaksin meningitis pada akhir Desember 2016 dahulu tenyata katanya vaksin kosong. Kemarin juga kita sempat tanya tetapi masih kosong sehingga kita sangat kecewa," kata Djumadi.
Bukan cuma itu saja, Djumadi juga sempat menanyakan ke sejumlah Puskesmas lainnya di Kota Kupang namun tetap saja jawaban sama yg diterima. Karena itu, Djumadi terpaksa menunda umrah ke bulan Maret 2017 mendatang.
"Kita minta Menteri Kesehatan tolong langsung kirim vaksin ke NTT karena kita mau umrah ke tanah suci. Itu saja yg kita minta dari pemerintah," ucap Djumadi lirih.
Senada dengan hal itu, anggota DPRD NTT Muhammad Ansor mengatakan, kekosongan stok vaksin meningitis menghambat ratusan jemaah yang berasal NTT yg ingin melaksanakan ibadah umrah.
Menurut Ansor, seandainya dahulu vaksin meningitis itu cuma berlaku untuk jemaah yg ingin menaikan haji saja, namun pemerintah Saudi sudah membuat aturan baru bahwa umrah pun harus mendapat vaksin.
“Kalau haji mampu dikeluarkan oleh puskesmas, tetapi sekarang kalau umrah itu harus dikeluarkan oleh kantor kesehatan pelabuhan sehingga kalau stoknya kosong, tentu ketika menyulitkan warga NTT yg ingin melaksanakan ibadah umrah,” kata Ansor.
Dia menyebutkan, pihaknya telah mengatakan keluhan warga tersebut sejak awal Januari 2017 lalu.
“Tapi telah sesuatu bulan lebih vaksinnya belum dikirim ke NTT buat mengisi yg habis, sehingga ini tentunya menghambat orang yg menjalani perjalanan ibadah umrah. Kalau vaksin tak ada tentunya orang dari sini tak mampu melaksanakan umrah karena dia tak mulai mendapatkan buku kuning,” ujarnya.
Ansor mengatakan, pihaknya telah mengecek ke pelabuhan kesehatan dan para petugas mengaku kalau vaksin telah habis sejak beberapa sampai tiga bulan lalu.
Dia berharap, pihak kementerian kesehatan buat langsung mengirim vaksin ke NTT sehingga tak mengganggu calon jemaah yg melaksanakan ibadah umrah.
”Untuk NTT, setiap bulan banyak yg melaksanakan umrah. Di kupang ini tiap bulan dapat sampai 30 orang yg jalan, sehingga kalau semua NTT dapat sampai ratusan orang,” sebutnya.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar