- Go-Jek kali pertama memperkenalkan layanan digital payment Go-Pay pada April tahun lalu, setelah sebelumnya memiliki sistem kredit bernama Go-Jek Credit.
Go-Pay kini telah berkembang sehingga mampu digunakan bagi membayar seluruh macam layanan Go-Jek secara cashless, akan dari jasa ojek online, antar makanan Go-Food, hingga belanja lewat Go-Mart.
CEO Go-Jek Nadiem Makarim menuturkan bahwa lebih dari 50 persen transaksi dalam Go-Jek kini sudah dikerjakan melalui Go-Pay. "Kami belum pernah melihat tingkat adopsi pasar seperti Go-Pay," kata Nadiem.
Ke depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Bloomberg,
Go-Jek sendiri yaitu salah sesuatu dari 21 perusahaan yg mengantongi lisensi digital payment dari Bank Indonesia.
Selain Go-Jek, penyedia layanan ride sharing lain, Grab, sudah mengimplementasikan ftur serupa bernama GrabPay. Sementara itu, Uber menggandeng penyedia digital payment dari luar layanannya.
Pada November tahun lalu, Nadiem memang pernah menyatakan ambisinya menjadikan Go-Pay sebagai platform pembayaran online masa depan yg menghubungkan masyarakat dengan kebutuhan sehari-hari lewat dunia digital.
"Peran Go-Pay mulai semakin besar. Bukan hanya buat Go-Jek, melainkan ekonomi digital secara keseluruhan. Masyarakat mampu pesan (jasa) travel, makanan, transaksi e-commerce lewat Go-Pay," kata Nadiem saat itu.
Baca juga: Ini Daftar Investor Rp 7,2 Triliun Go-Jek
Source : tekno.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar