- Budaya peranakan yg sudah dikenal ketika ini yaitu hasil akulturasi penduduk asli Tiongkok yg bermigrasi pada abad ke-15 dan abad ke-16 ke berbagai negara Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai pusatnya.
Untuk itu, tiga perancang Indonesia, Edward Hutabarat, Didi Budiardjo, dan Adrian Gan, menampilkan budaya peranakan pada koleksi busana modern dan memperlihatkan koleksi antik yg sudah lama mereka kumpulkan.
Semua koleksi ini pun hadir di dalam pameran yg bertajuk Tiga Negeri: Peranakan Fashion & Collection of Edward Hutabarat, Didi Budiardi, dan Adrian Gan.
“Selama 20 tahun berdiri di Indonesia, aku melihat bagaimana kekuatan China peranakan,” ujar Edward Hutabarat, perancang busana Indonesia, dalam pameran pembukaan pameran Tiga Negeri di Dia.lo.gue Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Dia juga melanjutkan, melalui acara ini (kami) ingin memberikan fakta bahwa peradaban China peranakan sangat menjadi inspirasi bagi segala masyarakat dan anak muda di Indonesia.
“Tujuannya ini aku menggandeng Didi Budiardjo dan Adrian Gan, beberapa perancang peranakan, adalah bagi mengolah, memamerkan kekuatan-kekuatan yg ada, dan memperlihatkan seluruh fakta yg aku punya,” ucap Edward.
Fakta-fakta yg dimaksud Edward ini seperti halnya barang-barang peranakan tempo lalu yg sudah lama dikumpulkannya.
Selain koleksi dari ketiga perancang tersebut, hadir juga visualisasi grafis Tiga Negeri karya Hermawan Tanzil dari LeBoYe dalam pameran tersebut. Kemudian, ada juga berbagai patung perunggu, vas keramik, lukisan antik, dan koleksi antik karya Gilbert Wiryadinata.
Untuk Anda yg ingin melihat secara langsung, pameran ini hadir hingga 4 Febuari 2017 di Dia.lo.gue Jakarta, akan pukul 9.30 pagi hingga pukul enam sore.
Source : female.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar