AMSTERDAM, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Senin (23/1/2017), memperingatkan kepada siapa saja yg tak dapat berperilaku baik dan mengikuti budaya dan tata cara kehidupan masyarakat di Belanda, agar pergi keluar dari Belanda.
"Bersikaplah normal, atau pergi (dari Belanda)", Rutte menegaskan kepada masyarakat negaranya, pesan yg jelas terhadap kelompok tertentu dan partai anti-imigran, seperti dilaporkan Daily Express, Selasa (24/1/2017).
Hari sebelumnya, dalam wawancara dengan harian nasional, Algemeen Dagblad (AD), Rutte menyampaikan aneh bahwa dua orang menolak bagi bersalaman dengan perempuan.
PM Rutte menambahkan para pendatang baru yg menyalahgunakan kebebasan dengan berupaya memaksakan norma-norma budanya sendiri sebagai hal yg 'menjengkelkan'.
Pemimpin Belanda itu mengatakan, "Jika Anda hidup di dalam sebuah negara dengan cara berhubungan dengan orang yang lain itu mengganggu Anda, Anda mempunyai pilihan. Keluar! Ada tak boleh berada di sini," kata Rutte, seperti dilaporkan Daily Express mengutip AD.
Rutte, yg berjuang bagi memenangkan pemilu Maret buat partai sayap kanannya, Partai buat Kebebasan dan Demokrasi (VVD), memberikan peringatan keras dalam iklan sesuatu halaman penuh di surat kabar harian negara itu.
Selain itu, BBC Indonesia melaporkan, jajak pendapat sejauh ini memperlihakan Partai Liberan pimpinan Geert Wilders yg anti-Islam dan anti-imigran unggul dalam jajak pendapat.
Awal Desember, pengadilan menyatakan Wilders bersalah menghina sesuatu kelompok dan memicu diskriminasi.
Namun Geert tak sampai dihukum karena hakim berpendapat vonis bersalah telah cukup buat menghukum seorang anggota parlemen yg dipilih secara demokratis.
Tahun 2011, politikus kontroversial itu dinyatakan tak bersalah dalam dakwaan pidato kebencian karena mengkritik Islam setelah membandingkannya dengan Nazi dan menyerukan larangan atas Al Quran.
Masalah imigrasi sepertinya menjadi salah sesuatu isu yg mulai mengemuka dalam pemilihan umum yg digelar pada 15 Maret 2017 mendatang buat memilih 150 anggota parlemen.
Rutte, pemimpin VVD yg beraliran politik kanan tengah, juga mengungkapkan dia memahami seruan agar orang-orang yg tak berintegrasi, meninggalkan Belanda.
"Saya memiliki perasaan yg sama juga. Berperilaku normal atau pergi," tuturnya dalam wawancara dengan AD tersebut.
Source : internasional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar