Tak Ada Kapal, Warga Tak Bisa Pulang Kampung

Posted by rarirureo on 12/21/2016

AMBON, - Ratusan warga yg mulai pulang kampung ke sejumlah daerah di Maluku Barat Daya, Maluku, tertahan di Kota Ambon. Mereka tidak dapat kembali ke kampung halaman karena tak ada kapal yg melayani rute Ambon-Maluku Barat Daya.

Selasa (20/12), beberapa kapal yg biasanya melayani rute Ambon-Pulau Damar, Maluku Barat Daya, tak tersedia di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku. Salah sesuatu kapal, Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 48, mendadak dialihkan buat melayani rute Ambon-Maluku Tenggara Barat. Satu kapal lain, KM Sabuk Nusantara 43, ketika ini sedang dalam perawatan di Bitung, Sulawesi Utara.

Kondisi itu membuat ratusan calon penumpang dengan tujuan Pulau Damar tertahan di Kota Ambon. Sebagian adalah warga Maluku Barat Daya yg selama ini tinggal di Ambon dan mulai pulang kampung. Sebagian lainnya warga Maluku Barat Daya yg cuma berbelanja di Ambon dan mulai pulang ke rumah.

Sejumlah calon penumpang sebenarnya telah menanyakan ihwal pengalihan rute KM Sabuk Nusantara 48 kepada petugas Pelabuhan Yos Sudarso. Namun, tak ada sesuatu pun petugas yg mau memberikan penjelasan.

Ada pula calon penumpang yg bertanya segera ke kantor PT Pelni (Persero) Cabang Ambon. Namun, lagi-lagi mereka tak mendapatkan jawaban yg jelas. "Kami tiba ke Ambon bagi membeli kebutuhan Natal memakai kapal itu dan sesuai jadwal kapal itu harus telah kembali ke Maluku Barat Daya Senin lalu. Tiba-tiba petugas Pelni bilang, kapal dialihkan ke tempat lain. Kami harap ada solusi buat kami," kata Maks Natro (51), warga Pulau Damar.

Saat dimintai konfirmasi, Manajer Operasi PT Pelni Cabang Ambon Samto mengatakan, pengalihan rute KM Sabuk Nusantara 48 yaitu keputusan Pemerintah Provinsi Maluku. Menurut dia, Pelni cuma bertugas sebagai operator pengoperasian kapal perintis. Rute kapal ditentukan oleh pemerintah daerah dan sewaktu-waktu mampu diubah.

Rute KM Sabuk Nusantara 48 dialihkan berdasarkan surat keputusan Dinas Perhubungan Maluku. Menurut rencana, kapal itu digunakan bagi mengangkut rombongan warga yg mulai mengikuti kegiatan keagamaan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Penunjang Angkutan Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Ambon Margarita Wattimury menuturkan, setelah mengantar rombongan ke Maluku Tenggara Barat, KM Sabuk Nusantara 48 mulai melanjutkan pelayaran ke Pulau Damar dan sejumlah pulau di Maluku Barat Daya. Namun, sesuai jadwal, kapal mulai datang di Pulau Damar pada 28 Desember atau setelah perayaan Natal.

Tak bisa tiket

Sebanyak 4.000 penumpang KM Labobar meninggalkan Kota Jayapura lima hari menjelang perayaan Natal, Selasa. Para pemudik menuju ke sejumlah wilayah Papua, yakni Biak, Serui, dan Nabire.

Dari Pelabuhan Jayapura, Papua, dilaporkan, sempat terjadi kericuhan ketika sejumlah calon penumpang kapal marah karena tak mendapatkan tiket. Mereka mulai menumpang KM Labobar yg melayani rute Jayapura menuju Nabire, Biak, dan Serui. Namun, setelah bernegosiasi dengan petugas, para calon penumpang itu akhirnya diberi tiket bagi menumpang KM Labobar.

Lima hari menjelang Natal, Pelabuhan Jayapura akan dipenuhi pemudik. Ruang terminal di pelabuhan itu penuh sesak oleh para calon penumpang yg mulai pulang ke Nabire, Biak, dan Serui. Bahkan, tak sedikit pemudik yg terpaksa berdiri di luar ruang terminal.

Kepala PT Pelni Cabang Jayapura Kamaruzzaman mengatakan, jumlah penumpang kapal pada lima hari menjelang Natal lebih banyak dibandingkan hari sebelumnya. Setidaknya telah ada 3.100 penumpang yg meninggalkan Jayapura dengan menumpang KM Labobar.

Diperkirakan jumlah penumpang semakin bertambah pada hari-hari mendatang. "Puncak arus mudik di Pelabuhan Jayapura ini kita prediksi pada H-3 Natal," kata Kamaruzzaman.

Penanggung Jawab Posko Angkutan Natal Paulus Mailoa menambahkan, Pelni menyediakan tujuh kapal buat melayani penumpang pada libur Natal dan Tahun Baru kali ini. Semua kapal disiapkan bagi melayani pelayaran dengan rute Papua saja. Ini karena terus ada penumpukan penumpang menuju sejumlah daerah di Papua setiap menjelang Natal.

Sementara dari Batam,


Source : regional.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 19.30

0 komentar:

Posting Komentar