BANDUNG, - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil memisahkan bayi kembar siam yang berasal Desa Kertajaya Kabupaten Sumedang Jawa Barat, Devina-Devani.
Operasi tersebut lebih lama dari yg dijadwalkan. Semula, operasi diperkirakan memakan waktu 16 jam, namun menjadi 20 jam. Hal ini dikarenakan masalah kembar siam Devina-Devani langka.
"Kami akan operasi pada Pukul 05.30 WIB dan segala tahapan baru selesai pada Pukul 01.30 WIB Jumat dini hari," ungkap dr Nucki Nursjamsi SpOT, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS Bandung dalam rilisnya Jumat (16/12/2016).
Nucki menjelaskan, Devina dan Devani cuma memiliki sesuatu lubang anus dan mengalami dempet dari bagian punggung hingga bokong. Kondisi ini menurut dia mengharuskan tim dokter buat membuat saluran pembuangan dan penutupan kulit kaki dengan memakai kulit baru.
"Organ atas normal ya, masing-masing memiliki satu, kendalanya ada di organ bawah kedua bayi itu, sehingga kita harus melakukan tindakan membuat saluran pembuangan dan mengganti kulit kaki," katanya.
Saat ini, Devina dan Devani masih kritis. Pendampingan 24 jam oleh tim dokter yg beranggotakan 53 orang di ruang ICU ini selalu dilakukan.
Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Ayi Djembarsari menuturkan operasi bayi kembar siam Devina dan Devani memakan biaya lebih dari Rp 500 juta.
"Total biaya kalian estimasikan sekitar Rp500 Juta lebih, keluarga Devina Devani memang anggota BPJS Kesehatan, tapi (BPJS) cuma dapat menutup Rp 20 Juta saja," kata Ayi.
Kekurangan biaya tersebut mulai ditanggung Golkar Jabar. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. "Soal biaya jangan khawatir, " tuturnya.
Sementara itu, ayah Devina-Devani, Endi Heidi berharap seluruh pihak mendoakan kesembuhan kedua anaknya. Ia berterima kasih pada rumah sakit dan Golkar yg sudah membantunya sejak awal.
Baca: Tim Dokter RSHS Akan Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Dempet Dada
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar