POLEWALI MANDAR, - Abdul karim (55), seorang nelayan tradisional dinyatakan hilang ketika tengah mencari ikan di perairan Pulau Battoa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sejak Kamis (29/12/2016).
Tim SAR dan otoritas setempat hingga kini masih mencari keberadaan warga yang berasal Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar, ini.
Menurut istri korban, Darmi, suaminya pergi meninggalkan rumah pada Kamis pukul 5.00 Wita atau subuh. Karim sempat pamit kepada sang istri hendak pergi melaut.
Kata Darmi, suaminya ketika berangkat dalam kondisi baik-baik saja. Korban berangkat melaut sendirian memakai perahu macam katinting bermesin ganda.
Biasanya, Abdul Karim akan melaut subuh hari sekitar pukul 4.00 Wita dan pulang sekitar pukul 10.00 Wita.
"Biasanya itu, Pak, dia (Abdul Karim) berangkat subuh dan pulang jam sepuluh," tutur Darmi sedih.
Namun hingga kini, Karim tidak kunjung pulang sehingga membuat Darmi cemas dan bingung tak tahu harus mencari ke mana.
Sejumlah nelayan yg ia sempat tanya soal keberadaan suaminya tidak juga mengetahui posisi korban.
Perahu korban ditemukan
Pada Sabtu (31/12/2016) pagi tadi, nelayan sekitar berhasil menemukan perahu punya Abdul Karim yg terikat di sebuah bagang dalam kondisi tertancap di tengah laut, namun korban tak ditemukan.
Pihak Satuan Kepolisian Air dan Syahbandar dibantu nelayan sekitar kemudian melakukan penyisiran di perairan antara Pulau Battoa dengan Pulau Panampeang, namun belum juga membuahkan hasil.
Lurah Takatidung, Ali Sadikin membenarkan adanya warga yg hilang ketika pergi menangkap ikan. Ali mengatakan, memang keadaan cuaca dua hari terakhir ini sangat buruk. Angin kencing disertai gelombang laut yg tinggi melanda semua wilayah pesisir.
"Saya juga telah berkoordinasi dengan BPBD buat melakukan pencarian," jelasnya.
Lurah Takatidung mengimbaun kepada warganya yg mayoritas nelayan agar berhati-hati ketika melaut dengan keadaan cuaca buruk seperti ini.
Source : regional.kompas.com
0 komentar:
Posting Komentar