Kaum Mapan Tidak Galak dan “Lebay” di Media Sosial

Posted by rarirureo on 12/30/2016

Kaum Mapan Tidak Galak dan “Lebay” di Media Sosial

- Tak mampu dimungkiri menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta semakin banyak warga media sosial yg menyuarakan dukungan masing-masing pada calon jagoannya.

Seiring waktu, dukungan bergulir menjadi seperti pemaksaan, provokasi, dan berakhir dengan pertentangan.

Hasilnya, tanpa Anda sadari linimasa media sosial tidak ubahnya seperti kumpulan orang-orang beringas yg mengintimidasi dan memojokkan sesuatu sama yang lain secara verbal.

Namun, tidak sedikit pula orang-orang yg memilih diam dan tak mau terjerumus dalam arus “panas” dan sama sekali tak edukatif tersebut.

Ya, mampu jadi mereka yg tak terlalu vokal itu yaitu orang-orang dengan kehidupan finansial yg mapan alias orang-orang kaya.

Berdasarkan studi yg dipublikasikan dalam Psychological Science menyimpulkan bahwa orang dengan keuangan mapan cenderung tak peduli dengan lingkungan sekitar, terutama yg bersinggungan dengan pemikiran negatif.

Sejumlah psikolog di New York University, pihak penyelenggara studi, menganalisa hubungan motivasional sesama manusia.

Teori motivasional tersebut ingin mengetahui apakah kami memerhatikan pada satu yg kalian anggap bernilai, mengancam, dan menguntungkan diri sendiri.

Sebanyak 61 responden diminta berjalan berkeliling Manhattan, New York, AS, sembari memakai Google Glass.

Peneliti mewajibkan para responden bagi mengidentifikasikan status sosial pejalan kaki yg mereka lihat sepanjang waktu eksperimen.

Ternyata, responden yg diketahui memiliki latarbelakang finansial mapan tak terlalu lama melihat dan memandangi pejalan kaki. Sebaliknya, mereka dengan keadaan finasial biasa-biasa saja justru lebih lama menatap para pejalan kaki.

Artinya, para responden yg kaya raya ditemukan tak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar, baik itu ancaman ataupun menguntungkan. Namun, responden yg biasa-biasa saja lebih memedulikan semua hal yg terjadi di sekitar mereka.

Eksperimen serupa dikerjakan oleh universitas yg sama dengan tim peneliti berbeda.

Mereka mengumpulkan 400 responden dan meminta mereka buat melihat sejumlah foto sesuatu wajah dan lima obyek animasi.

Foto tersebut selalu berkelabatan pada layar sampai dengan responden merasa ada kemiripan dengan salah sesuatu obyek animasi.

Hasilnya, responden dengan keuangan standar lebih cepat dalam mengidentifikan keserupaan, ketimbang responden yg memiliki kemapanan finansial.

Peneliti menyimpulkan bahwa para responden dengan finansial di atas rata-rata tak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar dan tak pusing dengan hal-hal yg tak valid.

Terakhir, peneliti juga mengungkapkan bahwa responden berfinansial mapan menerapkan kebiasaan serupa ketika berteman dalam jejaring sosial.


Source : female.kompas.com

Share this

Blog, Updated at: 12.00

0 komentar:

Posting Komentar